Ini adalah proyek bi-plane pertama. Pilihan jatuh pada STOLP karena bentuk aslinya yang aduhai, sampai sekarang wujud aslinya masih sebagai pilihan para pilot akrobatik disana. Ibarat lagu, tentunya Kawan tahu Sunrise yang dilantunkan Norah Jones.
Pada kesempatan ini akan dicoba mengulas pembuatan lebih rinci, secara urut, dan reader-friendly. :-P
Dari gambar dua dimensi yang ada, dibuat skala. Terserah saja berapa, asal power dirasa cukup secara empiris.


Mulai membuat pola dari karton kemudian di bentuk pada foam 6mm. Sedikit interupsi, ada beberapa keuntungan jika terlebih dulu membuat potongan pola dari karton. Pertama, pencetakan fuselage untuk sisi kanan dan kiri relatif bisa sama persis, hal ini mengurangi risiko asimetris. Kedua, jika suatu saat pesawat crash, bisa dibuat lagi dengan waktu lebih cepat. Ketiga, foam yang akan dipotong akan lebih bersih karena minim coretan. Keempat, masih ada "arsip", jika ada diantara Kawan yang menginginkan ukuran plane.
Setelah semua bagian lengkap, maka dimulai tahap perakitan. Pengeleman menggunakan Araldite™ yang warna merah. Selama menunggu lem kering, fiksasi penempelan menggunakan jarum pentul aneka warna yang biasa digunakan dalam dunia jahit-menjahit.

Setelah selesai fuselage, pengeleman berlanjut ke elevator/ stabilizer dan fin/rudder.


Pushroad bisa dibuat dengan menggunakan kawat baja, atau stik mie yang disambung dengan kawat klip ukuran jumbo.


Pembuatan wing memiliki kesulitan tersendiri, oleh karena perkiraan posisi sayap atas dan bawah harus memperhitungkan sudut. Setelah sayap selesai disatukan, sekaligus dibuat sistem aileron dan lengan ayunnya.


Kira kira jadinya bakal seperti berikut.


Setelah dikerjakan di bagian sana-sini, maka terwujudlah...

Cek lagi di posyandu untuk timbangannya:

Saatnya test flight dilapangan. Menggunakan batere LiPo 3 sell, tenaga Brushless 2208, propeller 8x6. *Tak lupa memanjatkan doa* Ibarat lagu, adalah lantunan Dina Mariana: Dag dig dug!
Preflight check, tower admittance, taxi, runway clear...
Then, let's rogging buddy...





Kesimpulan: terkesan masih low power, sedikit nervous akibat demam panggung. Tapi yang jelas: bisa terbang.
Saatnya finishing warna. Dipilih merah putih, menyesuaikan karakter warna bendera nasional.
Lagu apapun terasa indah kalau sudah begini.




























