At a glance. Film yang mengisahkan Jamal Malik, si miskin dari pemukiman kumuh di Mumbai. Hidup keras sedari kecil dengan kakaknya, Salim. Kemudian si gadis –yang juga kumuh- bernama Latika mulai masuk dalam cerita, dialah pujaan hati Jamal Malik. Menginjak remaja, kakak beradik yang mulai berbeda prinsip ini berpisah. Salim dan Latika terjebak dalam lingkaran kelompok jahat. Sedangkan lakon cerita, Jamal Malik, menelusuri hidup yang lebih putih, meskipun tidak paham baca tulis tapi pernah bekerja sebagai lelaki kantoran: Office Boy.
Pada masa yang sama, kuis Who Wants To Be A MIllionaire [WWTBAM] merupakan tayangan yang mempunyai rating tinggi, tak ada yang melewatkan acara ini. Tanpa diduga, Jamal Malik yang buta huruf dan minim iptek itu mulus menjawab pertanyaan di kursi panas, hingga sempat dituduh sebagai penipu. Pada akhir cerita Jamal Malik dapat memenangkan kuis itu dan pergi membawa Latika yang menjadi pujaan hatinya sejak bertemu.
Maka, ini film yang kreatif karena menggabungkan lebih dari satu garis waktu dan kejadian. Dua, ah maaf, bahkan tiga. Garis waktu yang paling pendek adalah tayangan WWTBAM yang di pandu oleh Anil Kapoor, dengan selingan beberapa adegan interogasi Kepolisian lokal. Garis kedua adalah perjalanan Salim dan Latika selama menjadi anak buah tokoh gangster kaya raya, Javid Khan. Berikutnya yang paling panjang adalah garis waktu hidup Jamal Malik beserta kawan – kawan sedari kecil. Dari sini, setiap kejadian dan pengalaman hidup tak terduga bagaikan mozaik yang kemudian muncul dalam pertanyaan dalam acara WWTBAM. Ketiga alur tersebut dengan kecepatan yang berbeda, pada akhirnya bergabung menjelang akhir cerita. Ini menjadi kelebihan yang tak terdapat pada film pasaran lainnya.
Isi film itu sendiri, banyak adegan tentang realita kerasnya hidup kaum pinggiran kumuh – anak jalanan – exploitasi anak – dan lain sebagainya. Sarana air bersih yang jauh dari seharusnya, kemiskinan yang sangat dekat dengan penyakit, bisnis bromocorah dan prostitusi. Potret standar negara berkembang, tak kurang dari bagaimana Indonesia, Bangladesh, Afrika, dan yang setara. Miris sekali menyaksikan kengerian kejahatan jalanan dan kelompok. Sangatlah wajar jika eksploitasi semacam ini ditentang oleh sebagian kalangan di Mumbai, karena mereka mengklaim tidak sepenuhnya kota tersebut sesuai persis dengan penggambaran di film ini. Tentang kenakalan Jamal Malik dan Salim sedari kecil sampai remaja, ditunjukkan oleh pembuat film sebagai dampak situasi yang tidak stabil, sistem, persaingan antar ras, kekacauan hidup serta kemiskinan. Kenakalan mereka, bagaimanapun, tergolong tindakan kriminal berupa pencurian dan penipuan. Namun demikian, itu semua merupakan kejahatan paling superfisial, sangat jelas, tanpa konspirasi apapun. Mendapatkan kue curian, langsung masuk perut. Jika mendapatkan uang lalu dibelikan makanan, masuk perut lagi. Kemudian lapar lagi, lantas mencuri lagi. Berbeda dengan kejahatan berbintang yang dikemas dengan dalih yang rapi demi tujuan pemaksaan ideologi dan kepercayaan kelompok, kepentingan ekonomi, penghapusan ras tertentu maupun tujuan kekuasaan semata.
Kembali pada Slumdog Millionaire, Dev Patel sangat pas memerankan Jamal Malik dewasa, penokohan yang sangat baik. Untuk pemeran wanita mestinya banyak aktris India yang lebih cantik untuk memerankan Latika dewasa. Latika tidak lebih cantik daripada ibunda si Jamal Malik. Tapi ada benarnya diperankan oleh Freida Pinto, karena perjalanan hidup yang keras sangatlah tidak mungkin seorang Latika mempunyai wajah yang rupawan. Memikat, itu sudah cukup.
Film India dulu hanya berisi tiga hal. Yaitu: Inspektur Vijay, Tuan Takur, dan pasangan muda dimabuk asmara bermain ciluk-ba dibalik pohon. Setidaknya demikianlah yang dahulu kala setiap hari diputar di TPI pada masanya. Tetapi Kawan, film ini berbeda, lebih jenius. Tetapi, dasar film India, tetap saja ada acara menyanyi dan joged massal. Koreografi macam ini menjadikan film ber-genre megah menjadi tercemar. Hanya saja, kali ini agak lebih baik karena adegan joged hanya sekali, di stasiun kereta dan diletakkan di bagian penutupan.



















