Wednesday, April 15, 2009

Milyuner Slumdog

At a glance. Film yang mengisahkan Jamal Malik, si miskin dari pemukiman kumuh di Mumbai. Hidup keras sedari kecil dengan kakaknya, Salim. Kemudian si gadis –yang juga kumuh- bernama Latika mulai masuk dalam cerita, dialah pujaan hati Jamal Malik. Menginjak remaja, kakak beradik yang mulai berbeda prinsip ini berpisah. Salim dan Latika terjebak dalam lingkaran kelompok jahat. Sedangkan lakon cerita, Jamal Malik, menelusuri hidup yang lebih putih, meskipun tidak paham baca tulis tapi pernah bekerja sebagai lelaki kantoran: Office Boy.

Pada masa yang sama, kuis Who Wants To Be A MIllionaire [WWTBAM] merupakan tayangan yang mempunyai rating tinggi, tak ada yang melewatkan acara ini. Tanpa diduga, Jamal Malik yang buta huruf dan minim iptek itu mulus menjawab pertanyaan di kursi panas, hingga sempat dituduh sebagai penipu. Pada akhir cerita Jamal Malik dapat memenangkan kuis itu dan pergi membawa Latika yang menjadi pujaan hatinya sejak bertemu.

Maka, ini film yang kreatif karena menggabungkan lebih dari satu garis waktu dan kejadian. Dua, ah maaf, bahkan tiga. Garis waktu yang paling pendek adalah tayangan WWTBAM yang di pandu oleh Anil Kapoor, dengan selingan beberapa adegan interogasi Kepolisian lokal. Garis kedua adalah perjalanan Salim dan Latika selama menjadi anak buah tokoh gangster kaya raya, Javid Khan. Berikutnya yang paling panjang adalah garis waktu hidup Jamal Malik beserta kawan – kawan sedari kecil. Dari sini, setiap kejadian dan pengalaman hidup tak terduga bagaikan mozaik yang kemudian muncul dalam pertanyaan dalam acara WWTBAM. Ketiga alur tersebut dengan kecepatan yang berbeda, pada akhirnya bergabung menjelang akhir cerita. Ini menjadi kelebihan yang tak terdapat pada film pasaran lainnya.

Isi film itu sendiri, banyak adegan tentang realita kerasnya hidup kaum pinggiran kumuh – anak jalanan – exploitasi anak – dan lain sebagainya. Sarana air bersih yang jauh dari seharusnya, kemiskinan yang sangat dekat dengan penyakit, bisnis bromocorah dan prostitusi. Potret standar negara berkembang, tak kurang dari bagaimana Indonesia, Bangladesh, Afrika, dan yang setara. Miris sekali menyaksikan kengerian kejahatan jalanan dan kelompok. Sangatlah wajar jika eksploitasi semacam ini ditentang oleh sebagian kalangan di Mumbai, karena mereka mengklaim tidak sepenuhnya kota tersebut sesuai persis dengan penggambaran di film ini. Tentang kenakalan Jamal Malik dan Salim sedari kecil sampai remaja, ditunjukkan oleh pembuat film sebagai dampak situasi yang tidak stabil, sistem, persaingan antar ras, kekacauan hidup serta kemiskinan. Kenakalan mereka, bagaimanapun, tergolong tindakan kriminal berupa pencurian dan penipuan. Namun demikian, itu semua merupakan kejahatan paling superfisial, sangat jelas, tanpa konspirasi apapun. Mendapatkan kue curian, langsung masuk perut. Jika mendapatkan uang lalu dibelikan makanan, masuk perut lagi. Kemudian lapar lagi, lantas mencuri lagi. Berbeda dengan kejahatan berbintang yang dikemas dengan dalih yang rapi demi tujuan pemaksaan ideologi dan kepercayaan kelompok, kepentingan ekonomi, penghapusan ras tertentu maupun tujuan kekuasaan semata.

Kegembiraan saat memenangkan WWTBAM merupakan bumbu film yang standar, mengingat ya demikianlah seharusnya film. Sebagaimana pada dunia nyata, kepedihan di masa lalu dapat membuahkan tawa dimasa yang akan datang. Si jahat yang tukang khianat, disadari atau tidak, kalaulah sudah keterlaluan akan menuai petaka. Yang paling mengesankan adalah, secuil pengalaman dan pemandangan masa lalu bagaikan mozaik di dinding yang dapat terlihat bahkan dicongkel pada suatu saat nanti dimasa depan, dan mendapatkan pasangannya. Tapi memang tidak semua orang dapat merasakan (mengingat)-nya. Manusia normal yang memiliki kecerdasan lebih pasti dapat mengingatnya, contohnya si Ikal dalam Laskar Pelangi. Manusia yang lebih hebat lagi bahkan dapat menata rapi setiap mozaik yang ada dalam pikirannya sehingga dapat dengan mudah diambil, bagaikan susunan buku di perpustakaan, mereka-lah golongan autis. Sayangnya kelompok ini masih dianggap tidak normal.
Kembali pada Slumdog Millionaire, Dev Patel sangat pas memerankan Jamal Malik dewasa, penokohan yang sangat baik. Untuk pemeran wanita mestinya banyak aktris India yang lebih cantik untuk memerankan Latika dewasa. Latika tidak lebih cantik daripada ibunda si Jamal Malik. Tapi ada benarnya diperankan oleh Freida Pinto, karena perjalanan hidup yang keras sangatlah tidak mungkin seorang Latika mempunyai wajah yang rupawan. Memikat, itu sudah cukup.
Film India dulu hanya berisi tiga hal. Yaitu: Inspektur Vijay, Tuan Takur, dan pasangan muda dimabuk asmara bermain ciluk-ba dibalik pohon. Setidaknya demikianlah yang dahulu kala setiap hari diputar di TPI pada masanya. Tetapi Kawan, film ini berbeda, lebih jenius. Tetapi, dasar film India, tetap saja ada acara menyanyi dan joged massal. Koreografi macam ini menjadikan film ber-genre megah menjadi tercemar. Hanya saja, kali ini agak lebih baik karena adegan joged hanya sekali, di stasiun kereta dan diletakkan di bagian penutupan. 

Monday, January 19, 2009

MYT-05 (Mimpi Yang Tertunda)


Proyek di pertengahan januari ini adalah pembuatan armada homemade.
Spec:

Wing Span = 120 cm, chord = 20 cm
Length = 90 cm

AUW = 500 gram (tanpa batere)
Servo = 4 buah
Motor = 2049 Brushless

Batere = LiPo 2200 mAH, 20 C, 3 Cell (11.1v)
Propeller = 90 x 60 (Air Screw Master™)
Proses pembuatan tanpa plans , hanya menggunakan ilmu Kiralogi, dan dituangkan dalam program "Freehand" alias tangan bebas! Sayangnya, foto-foto saat pembuatan tidak bisa ditampilkan dengan baik, berhubung ada kendala pada hasil dokumentasi pemotretan. Maklum, kamera tidak pernah di-imunisasi, jadi kena infeksi virus. (haha)
Beberapa foto yang tersisa:

Proses penempelan stiker dan penyematan nama.


Mejeng mumpung masih utuh.


Semua serba hijau. Kecuali kolor, warna putih. Karena masyarakat pernah traumea dengan Kolor H*jau.(sstt..)


Oke, boy... ready to fly!


Hik, MYT-05 paling
nelongso diantara T-Rex (doh)




Langsung pada kesimpulan:
1. Pesawat ini terlalu berat, apalagi dengan LiPo 3 Sel menjadi 700 gram. Karena konon thrust untuk motor 2049 hanya 440gram. Pada saat pembuatan sudah tidak yakin bakal terbang. Tapi karena sayap sudah terkembang pantang digulung kan?
2. Percobaan saat maiden, ternyata mendapatkan daya angkat yang baik. Kurang responsif, maklum high wing.

Thursday, January 1, 2009

WL-666


Seperti membuat baju, tahap pertama yaitu pembuatan pola. Pola yang dipakai adalah Challenger emisi tahun 2004. Secara perkiraan, diaplikasikan pada polifoam warna putih setebal 3mm, dimulai dari dinding samping, kemudian tutup atas dan bawah. Pengeleman menggunakan Araldite. Jadilah fuselage dengan panjang 60 cm.
Rudder dan elevator dibuat dari bahan sejenis. Hinge menggunakan plastik transparansi OHP, dipotong ukuran 2x4 cm dan diberi lobang agar lem bisa merekat dengan baik.



Pada bagian dalam -sisi kiri dan kanan- dilapisi dengan coroplast warna biru agar bodi lebih kuat, terutama pada bagian yang ditusuk stik sumpit sebagai pegangan main wing.
Mounting untuk motor menggunakan tripleks melamine setebal 3mm yang ditempelkan pada styrofoam 3cm, dilem pada sisi dalam coroplast. Cowl sengaja tidak dibuat karena akan menyulitkan perbaikan setelah mengalami crash *antisipasi pemikiran yang buruk* :D


Sayap menggunakan properti WD bekas yang sudah dimodifikasi. Wing Span dikurangi 2x2cm, Chord dikurangi masing-masing 2cm pada bagian leading edge dan tail edge. Flap untuk aileron: 2cm.


Landing gear menggunakan roda bekas WD, dengan lengan yang dibuat dari kawat payung bekas, ditekuk sesuai selera. Pada pesawat ini dibuat agak jangkung, mengingat jenisnya yang low wing, agar tidak mudah rusak terkena rumput atau kerikil. Dan lagi, untuk pemakaian propeller yang berdiameter panjang pun tidak nyangkut ke tanah. *Propeller 9x6*


Pengecatan, menggunakan cat styrofoam dengan pola acak tidak simetris. Tahap terakhir yang paling mengesankan adalah memberikan nama. Saat 2 jam menjelang pergantian tahun baru 2009 maka di sematkanlah sebuah nama: Wingardio Leviosa - 666





Penerbangan perdana. Dilakukan dibawah supervisi Pak Setyo Antarikso, Asisten On Loop: Carox, Fotografer: Iwing.
Seperti biasa dimulai dengan stall, kesulitan menghadapi crosswind, disorientasi dan kepanikan. Lem sana sini. Rogging kesekian kalinya, dan..... terbang! Seksi, benar benar seksi sekali!! Loop dan banking sangat cepat. Sayangnya, foto saat mengangkasa belum bisa di upload kesini, secara belum bisa bayar biaya fotografer sih.. (lol)





Kesimpulan: Cukup glide, responsif, keringatan, lega.
Saran dari supervisor: chord elevator kurang lebar. Agar lebih mudah dikendalikan, fuselage bisa ditambah 5-10cm, tapi flap elevator dibuat lebih lebar.



Ucapan terimakasih:
1. Mr.Nedi & Mr.Setyo untuk semangat dan bimbingannya
2. Carox: untuk radio, teh panas, cat & kuas. Serta propeler dan LiPo 3 Cell *borongan*
3. Iwing: nice shoot! *meskipun sebagian besar kebetulan*
4. Leppy: for the name.


Friday, August 29, 2008

WHO Anthro 2005




This software is intended for use to assess child nutritional status, to follow a child’s development and growth overtime, or to conduct and analyse nutritional survey. Beta version named WHO Anthro 2005, officially released by WHO February 2006. As always, I am 2 years late :( . On last June, as the participant of regional meeting at the Municipaly Health Board, I heard from the speaker Mr. J.C. Susanto, MD.Paed, about the software to asses nutritional status. I can’t hear clearly, it’s all because my bad habit: always sit at back rows :) .


Good news is: Who Anthro available for mobile device, work properly to PPC Windows Mobile 2003, but I have not try to install to both previous version (WM2002) or later (WM5, WM6). For PalmOS and Symbian user: be patient please… :)
Like the PC version, it consist of three main assessment:
-Anthropometric Calculator
-Individual Assessment
-Nutritional Survey
Unfortunately, my ScreenCapture application (like PrintScreen on PC) was out of order, so I can’t perform image or screenshoot here.

With Anthropometric calculator, we just enter the value of subject’s date of birth, sex, weight and height. In seconds the aplication display results in cartesian diagram. Length (or height) as horizontal axis and weight as the vertical, complete with seven guidance line in different colour refer to Standar Deviation value (based on Z score) for the subject. The lines colored green (Median), yellow (SD+/-1), red (SD+/-2) and black (SD+/-3). For ones weren’t familiar work with Z-score, there is option to change display in percentile. HC, TSF, MUAC and SSF (if possibly measured) are better entered as input for the device to calculate exactly. Result can also views as table.
On Individual Assessment we can record more children as database, so we know the progress of each child after the treatment or just sight follow up. The more child community database can synchronize with PC, of course by ActiveSync.

Tuesday, August 19, 2008

Google Maps

Meanwhile, GoogleMaps for pocket PC not only show satellite's imaginary. But also shows our position versus the maps. Our device position marked by blinked blue dot. The accuracy of position in low speed moving (eg: walking) about 0 to 15 meters. Track pathways can not be drawn here. It is all about position on the map. Maps must be downloaded from google server at the time, its cost depends on network operator via GPRS connection. That's why synchronization between GPS satellite receiver and maps couldn't work well if the device move more than 60 kmph (on the vehicle).

Bringing handset with built-in GPS receiver felt like spy agent :)



Sunday, August 17, 2008

BeeLineGPS

This is one of many GPS software for PPC. Download from their site. For the newbie (at least like myself), this software felt user friendly. This application is automatically load data in a few seconds from GPS receiver. Satellite's signal strength shown as the blue bar above the satellite number. In seconds later, it calculate data and shows three value for main position: latitude, longitude and altitude. Like the Three Musketeers!

If the screen below the bar tapped, it displayed value for NMEA required (HDOP, VDOP, PDOP), how many satellite in view and how many satellite above tracked. Shown as figure below:

Once again screen tapped, it shows satellites position. Tracked satellite displayed in red color, while the untracked ones displayed in pale:

On "Map" menu, it shows only track we've through passed. It supposed more exciting if there was map plug-in installed. If not, background screen shows only scaled squares. It works when the device in moving. The more it move, the more it quick-calculate direction in compass (gray arrow) and speed (black box).

Tap on menu "Panel", it can be set as compass or speedometer or even both simultaneously.

There are many feature that i can describe clearly here. About waypoint setting and much more.

Tuesday, August 5, 2008

Truk


Bagi siapa saja yang biasa menghabiskan beberapa jam setiap harinya diatas jalan, pasti mempunyai kesan tersendiri acapkali menemui tulisan atau gambar di sebuah kendaraan tertentu. Tulisan paling aduhai adalah di pantat truk. Terkesan polos, apa adanya dan sesuai kemampuan. Bisa gagah, lucu, bahkan merana. Gambar standar biasanya wanita dengan pakaian minim, sayangnya tidak ada screenshoot yang bisa ditampilkan disini.


Paling jengah kalau sudah dibelakang truk pasir model begini, pelan-pelan sambil menunggu kesempatan mendahului. Kita tidak boleh protes karena muatannya berat betul. Dan dia sudah memberitahu orang yang dibelakangnya agar: "SABAR!"


Tidak semua tulisan asal-asalan. Ada tulisan yang paling mulia, yaitu: Utamakan selamat, lebih utamakan sholat. Meskipun, ada yang lucu penulisan pemenggalannya, berhubung tempatnya tidak cukup, atau kena bagian bak truk yang rusak. Misalnya:
"AWAS GANDENG
AN"

Model curahan hati juga ada, paling sering: "Kutunggu Jandamu" atau "Rinduku rindu berat."
Agak lucu sebuah truk besar tua warna biru, sudah terseyok-seyok, di pantatnya ada tulisan:
"Rindumu tak seberat Muatanku!"

Sedangkan model nasehat, ada bermacam macam, tapi yang berkesan adalah:
"Putus cinta tak seberapa, Putus asa itu berbahaya"

Sedangkan ada truk lain mencantumkan:
"Putus cinta mati merana, putus kopling mati seketika!"


Wednesday, July 30, 2008

Kebangetan Bangsa

Dia memulai pertemuan dengan menggugah jiwa nasionalisme dan menayangkan beberapa slide tentang kebesaran masa kerajaan tempo dulu. Dia juga menyindir kebijakan Pemerintah yang tidak memelihara aset negara seperti tambang dan beberapa BUMN, serta warisan budaya lainnya. Dia ini adalah seorang birokrat, berada di sekitar orang penting. Sekarang ini sedang mengambil studi S3 di Universitas terkenal. Nampaknya dia sangat kaya. Bawa banyak ponsel lagi bertipe mahal. Benar saja, dia ceritakan pemakaian pulsanya juga tidak sedikit. Salah satu anaknya saja, dia ceritakan, memakai ponsel hingga tujuh ratus ribuan perbulan, belum lagi dia, istrinya dan anak yang lain. Borju benar orang ini. Bukankah untuk studi juga membutuhkan biaya, meskipun beasiswa, tetap saja butuh biaya ini itu transportasi luar kota dan sebagainya?

Berikutnya dia mulai mengusik telinga dengan kesombongan dan penghinaan terhadap tenaga honorer. Simpatiku mulai berkurang. Setelah tigapuluhmenit dia menyampaikan orasi dan sindiran-sindirannya, tibalah saat dia memaksa kami agar menyampaikan respon atas apa yang dia sampaikan. Tentu saja aku tidak peduli, lantas menunduk. Beberapa lama aku cuek, suasana hening, lalu aku mengangkat muka, melihat orang-orang disekitarku. Lah, mereka menatap aku. Seolah mata mereka bicara: "kenapa diam saja, ayo maju sana!" bibir mereka juga bergumam maksud yang sama. Tidak ada jalan lain kecuali aku berdiri dan mengambil mikropon.

Baiklah, kata-kata pertama yang aku sampaikan adalah pendapat Pramoedya Ananta Toer tentang bangsa kita yang selalu terjajah. Kemudian beberapa sejarah yang aku tahu. Berikutnya tentang ide Rhenand Khasali yang aku tangkap dari buku "PowerHouse"-nya.

Masih berdiri ditempat yang sama, aku sampaikan hutang bangsa ini versi koran tiga tahun lalu. Jika hutang Indonesia dibagi dengan penduduk Indonesia, maka tiap-tiap penduduk Indonesia mendapatkan beban 4,5 juta. Kita tidak perlu membual dengan nasionalisme, coba kita tanyakan kepada diri kita masing-masing apakah kita ikhlas jika membeli harga diri bangsa kita dengan biaya segitu. Itupun seharusnya lebih karena orang kaya mestinya memikul beban lebih besar sebagai kompensasi si miskin, bayi dan manula. Sebagian besar yang ada disitu geleng-geleng tanda tidak rela. Padahal menurut versi wikipedia, tahun 2007, hutang Indonesia lebih banyak lagi. Mencapai 20juta per orang. Belum termasuk harga diri freeport, indosat, dan lainnya.

Apa yang saya sampaikan memang bukan untuk teman-teman yang ada disitu, tapi untuk sang birokrat yang dari tadi membual. Akhirnya tiba kesempatan sang birokrat merespon. Dia katakan, nasionalisme tidak bisa disamakan dengan patungan uang seperti itu, dia lanjutkan, jika dia punya uang segitu mendingan untuk beli motor Mio.

Hah? Aku kaget luar biasa. Memang nasionalisme tidak bisa diukur dengan penggaris, tapi maksudku menjajaki dengan salah satu parameter yaitu: materi. Bila kita hidup dimasa perang kemerdekaan pasti bisa menjajaki dengan parameter nyawa.
Aku masih tidak habis pikir, rasanya belum ada satu jam yang lalu dia menggembor-gemborkan nasionalisme, menyombongkan gaya hidup (sengaja atau tidak) dan pengeluarannya (berarti juga pendapatannya), tapi peliiit sekali dia seandainya diwajibkan menyumbangkan beberapa rupiah untuk negara ini.

Saturday, July 19, 2008

Mencintai Pekerjaan

Aku telah berlama dan terpaksa tidak menemukan judul yang lebih tepat.

Orang ini kemarin pagi masuk aula mengenakan jas lengan pendek biru muda, ber-ornamen bordir di bagian depan dada, berjalan mantap. Tetapi celananya tidak setelan. Masih sambil berjalan menuju kursinya, mengucapkan salam. Darinya, aku berjarak kira-kira duapuluh langkah dan tak bisa menghirup jenis parfumnya.


Pertemuan dimulai dengan kelakar standar dan remeh temeh perkenalan. Seperti biasanya, aku selalu berusaha mencari tahu "seperti apa" dia. Tidak sampai lima menit aku simpulkan dia telah mengalami perjalanan dunia birokrat, borjuis, intelek, ningrat sampai kapitalis. Merendah tapi tetap berada diatas.

Pertanyaan pertama dalam otakku adalah, kenapa dalam usia hampir retired malah memilih jadi tenaga edukatif di kerajaan diklat abdi negara? Egh, karena aku belum mempunyai jawaban, akhirnya pertanyaanku yang ini menjadi keheranan pribadi. Tepatnya keheranan yang pertama.

Belasan menit berikutnya aku mulai apatis sekaligus risih. Dia mulai berani berorasi menghina agamaku versus korupsi, memvonis poligami, bahkan menyebut Tuhanku. Dia menambahkan argumennya tentang jilbab yang sia-sia. Entah kenapa, berangsur-angsur darah di pembuluh balik terasa cepat naik, mengisi kepalaku. Pembuluh nadi juga terasa melebar di sekitar wajah, sedangkan otot-otot muka terasa tegang. Apakah ini yang disebut naik pitam? Nafasku mulai tidak teratur. Dalam, berhenti sesaat, belum keluar semuanya tapi udara masuk lagi.

Aku malu dan sedih tidak bisa menghentikan pembicaraannya. Bukannya aku takut dengan taruhan status saat ini. Tapi ada kekhawatiran yang besar, jika aku hanya menuruti ego maka mereka bisa terkena getahnya. Sedangkan mereka (dan keluarganya) menggantungkan harapan pada kewajiban yang dijalani di lembaga ini.
Yang lebih menyedihkan lagi, hampir semua dari mereka ikut tertawa, sedangkan mereka (dan jatidiri mereka) sedang ditertawakan. Jadilah ini keheranan kedua. Akhirnya aku merasa sendirian.

Belum hilang keherananku yang kedua, dia serta merta menunjuk kearahku dan mengatakan profesiku adalah paling pembohong se-indonesia. Sebagai penolong sekaligus perampok. Dia lanjutkan, diagnosis 'gizi-buruk' adalah akal akalan sejawat di Indonesia saja, karena menurutnya diagnosis yang tersedia hanyalah hongeroedem.

Selanjutnya tidak ada hal yang lebih baik selain hanya menunggu datangnya sore hari dan break diantaranya. Persepsiku turun drastis. Prioritas pekerjaanku saat begini hanya tinggal dua: menahan kantuk dan mengiyakan suasana. Selebihnya kusimpulkan yang dia utarakan adalah:
1.aset keluarganya luar biasa banyaknya,
2.mengeluh melulu honornya kecil,
3.mencemooh pihak lain

Dia bilang bangga anaknya super pintar dan jenius bekerja di perusahaan tambang asing di kawasan timur Indonesia dengan salary superbesar (delapan digit). Wekkk, aku terkaget. Kenapa dia bangga? Bukankah uang itu berasal dari hasil bumi Indonesia, yang dikeruk oleh saudara kita: kuli buruh Indonesia, tapi uangnya melewati kalkulator orang asing? Inilah keherananku yang ketiga.


Sore hari, dia pergi karena harus buru-buru ke kota lain untuk mengisi materi. Berlalu naik Honda Accord Maestro tahun 1992 warna biru kusam.
Aku diam dan tidak bisa melanjutkan keheranan-keherananku yang berikutnya.